SEKOTONG BARAT – Warga Dusun Teluk Gok, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong Barat, Lombok Barat, kembali menyuarakan keluhan terkait akses jalan utama menuju wilayah mereka yang hingga kini masih dalam kondisi rusak parah dan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Tokoh masyarakat Dusun Teluk Gok, Marzuki, mengatakan kondisi jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer tersebut telah lama menjadi penderitaan masyarakat karena menjadi satu-satunya akses utama untuk aktivitas pendidikan, ekonomi hingga kesehatan warga.
“Selama ini masyarakat hanya bisa berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Jalan kami tetap rusak dan semakin memprihatinkan, terutama saat musim hujan,” tegas Marzuki.
Ia mengungkapkan, masyarakat sempat menaruh harapan besar ketika pihak terkait melakukan pengukuran jalan beberapa tahun lalu. Namun hingga kini pembangunan yang dinanti warga belum juga terealisasi.
“Masyarakat sempat yakin jalan ini akan dibangun karena sudah ada pengukuran dari pihak terkait. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Menurut Marzuki, sekitar 150 kepala keluarga terdampak langsung akibat buruknya akses jalan tersebut. Anak-anak sekolah harus berangkat sejak pagi buta dan menempuh perjalanan berjam-jam demi bisa sampai ke sekolah.
“Anak-anak berangkat sekolah dari jam 06.00 pagi dan baru sampai sekitar jam 08.00 karena kondisi jalan sangat sulit dilalui,” katanya.
Kondisi jalan rusak juga disebut menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat. Marzuki bahkan mengaku dirinya mengalami langsung dampak buruk dari sulitnya akses menuju rumah sakit.
“Istri saya meninggal saat melahirkan karena terlambat dibawa ke rumah sakit akibat akses jalan yang rusak. Dua anak saya juga tidak tertolong karena terlambat mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.
Sementara itu, warga Dusun Teluk Gok lainnya, Ruminah, menyebut kerusakan jalan tersebut telah terjadi sejak tahun 1987 dan hingga kini belum mengalami perubahan berarti.
“Sudah puluhan tahun masyarakat hidup dengan kondisi jalan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Ruminah, warga selama ini terpaksa bergotong royong dan patungan membeli semen demi memperbaiki akses jalan secara swadaya agar tetap bisa dilalui masyarakat.
Ia juga menyoroti sulitnya akses kesehatan bagi warga Teluk Gok. Ketika ada warga sakit, masyarakat harus menempuh jalur laut karena kendaraan ambulans tidak dapat masuk akibat jalan yang rusak parah.
“Kalau ada warga sakit harus lewat jalur laut menuju Menyongar Sekotong Tengah, lalu lanjut ke Puskesmas Sekotong hingga ke Puskesmas Pelangan. Total perjalanan bisa mencapai empat jam,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pernah terjadi warga meninggal dunia dan harus ditandu oleh masyarakat karena kendaraan tidak mampu masuk ke lokasi.
Masyarakat Teluk Gok berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat segera turun tangan dan merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini dinantikan warga.
“Kami hanya ingin akses jalan yang layak agar masyarakat tidak terus hidup dalam kesulitan,” tutup Marzuki.





