Selasa, 28 April 2026 | 10.57 WITA
Ekobis  

Strategi Senyap PLN NTB Jaga Listrik Tetap Stabil: 161 Km Jaringan Disisir dalam Hitungan Jam

Puluhan personel PLN mengikuti apel dan doa bersama sebelum pelaksanaan inspeksi jaringan sebagai bagian dari upaya preventif menjaga stabilitas listrik di NTB. (Dok. PLN)

LOMBOK TENGAH – Di balik stabilnya pasokan listrik yang dinikmati masyarakat, terdapat kerja senyap yang jarang terlihat. PT PLN (Persero) UIW NTB membuktikan hal tersebut melalui implementasi Liga Siekas, sebuah strategi pemeliharaan berbasis inspeksi intensif dan eksekusi cepat.

Program ini dijalankan di ULP Praya sebagai bagian dari upaya menjaga performa sistem distribusi pasca Idulfitri. Tanpa banyak sorotan, puluhan personel PLN bergerak cepat menyisir jaringan listrik dengan total panjang mencapai 161,17 kilometer sirkuit.

Fokus utama diarahkan pada tiga penyulang strategis Batujai, Mangkung, dan Penujak yang menjadi tulang punggung distribusi listrik bagi puluhan ribu pelanggan. Dalam operasi ini, PLN tidak hanya memetakan potensi gangguan, tetapi langsung melakukan tindakan korektif di lokasi.

Efisiensi menjadi kunci. Dalam waktu hanya tiga jam, seluruh kegiatan inspeksi dan eksekusi berhasil dirampungkan. Bahkan, setiap temuan di lapangan dapat diselesaikan dalam waktu rata-rata 30 menit. Ini mencerminkan kesiapan sistem dan kecepatan respons tim teknis PLN.

Yang menarik, program ini bukan kegiatan insidental. Sepanjang tahun 2026, Liga Siekas telah dilaksanakan tiga kali, menunjukkan konsistensi PLN dalam menjaga kualitas jaringan listrik.

Hasilnya cukup signifikan. Hingga pertengahan April, frekuensi gangguan listrik tercatat lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya. Ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan preventif mulai menggantikan pola lama yang cenderung reaktif.

Dari sisi pelanggan, dampaknya sangat terasa. Lebih dari 46 ribu pelanggan yang tersebar di tiga penyulang utama kini menikmati pasokan listrik yang lebih stabil.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada keandalan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi terganggu oleh masalah listrik. Dengan inspeksi rutin dan eksekusi cepat, kami menutup celah gangguan sebelum berdampak luas,” tegasnya.