Jumat, 16 Januari 2026 | 00.11 WITA
NTB  

Jelang Nataru, Disdag Mataram Intensifkan Koordinasi Tekan Lonjakan Harga Bapok

Pejabat Dinas Perdagangan Kota Mataram bersama distributor dan pelaku usaha saat mengikuti Rakor ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru di ruang rapat Disdag Mataram. (Foto: Istimewa)

Mataram – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perdagangan Kota Mataram menggelar Rapat Koordinasi (Rakord) bersama distributor dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok (Bapok) di ruang rapat dinas setempat. Pertemuan ini digelar untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kabid Pengendalian Bapokting dan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, S.E., M.M., menyoroti dua komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, yakni Minyakita dan daging ayam ras. Kenaikan harga ayam disebut dipicu tingginya permintaan, salah satunya dari kebutuhan dapur MBG.

“Beberapa dapur MBG meminta daftar harga ke Dinas Perdagangan untuk acuan. Dari salah satu dapur, kebutuhan ayam mencapai 380 kilogram per hari. Dalam seminggu, satu dapur membutuhkan 1 ton 80 kilogram. Ini tentu mempengaruhi ketersediaan pasokan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pelaku usaha akan terus dilakukan agar suplai tetap aman menjelang Nataru.

Pasokan Minyakita Tersendat

Sejumlah distributor memaparkan penyebab kelangkaan Minyakita.
Manager Bisnis Perum Bulog Kanwil NTB, Kurnia Rahmawati, menjelaskan bahwa stok Minyakita terserap cukup besar untuk program bantuan pangan selama Oktober–November 2025, yakni 2 liter per keluarga penerima manfaat.

Hal yang sama disampaikan Desak Nyoman Suarthi dari CV Semangat Kita. Menurutnya, distributor besar mendapat penugasan untuk penyaluran bantuan pangan sehingga alokasi untuk pasar umum berkurang. “Saat ini gudang kosong karena biaya distribusi tidak sebanding dengan HET pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Ang Sie Tjong dari CV Daya Abadi menyebutkan telah memiliki stok sekitar 2.000 karton dan siap mendistribusikan ke ritel-ritel di Kota Mataram mulai pekan ini. Namun, pengiriman dari pabrik masih menunggu ketersediaan produksi.

Di sisi ritel, Made Surkeni (Nanik) dari Ruby Supermarket menyebut minyakita kosong, sedangkan minyak goreng premium mengalami kenaikan sekitar dua persen. Kondisi serupa terjadi di beberapa toko lain.