Selasa, 31 Maret 2026 | 03.47 WITA
NTB  

LP3M Nilai Setahun Kepemimpinan Haerul Warisin, Lombok Timur Melesat dan Makin Diperhitungkan Nasional

2. Ketua LP3M: Kepemimpinan Bupati Lombok Timur dalam setahun terbukti menghadirkan lompatan pembangunan yang terukur. (Foto istimewa)

LOMBOK TIMUR – Satu tahun kepemimpinan H. Haerul Warisin di Kabupaten Lombok Timur mulai menunjukkan hasil yang tak bisa dipandang sebelah mata. Lompatan pembangunan yang terjadi sepanjang 2025 dinilai sebagai capaian signifikan yang membawa daerah ini keluar dari ritme lama menuju arah yang lebih progresif.

Ketua LP3M Muara Kasih Ilham Jaya, Ilham Jaya, menyebut bahwa dalam kurun waktu satu tahun, fondasi pembangunan di Lombok Timur terlihat semakin kuat dan terarah.

“Ini bukan sekadar capaian biasa. Kita bicara tentang perubahan yang terukur dan terasa. Dalam waktu singkat, pemerintah daerah mampu menunjukkan progres yang jelas di berbagai sektor,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurut Ilham, salah satu indikator paling nyata adalah meningkatnya kualitas pelayanan publik yang kini lebih cepat, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Reformasi birokrasi yang dijalankan dinilai berhasil memangkas pola kerja lama yang cenderung lamban dan berbelit.

Tak hanya itu, penguatan sektor ekonomi berbasis kerakyatan juga mulai menunjukkan geliat. Program pengembangan UMKM yang didorong secara sistematis mampu membuka ruang ekonomi baru di tingkat desa. Di sisi lain, ketahanan pangan daerah yang menjadi prioritas juga dinilai mulai berada pada jalur yang tepat.

“Yang menarik, pembangunan tidak lagi terpusat. Desa mulai menjadi episentrum pertumbuhan. Ini langkah strategis yang jarang berani diambil secara konsisten,” tegasnya.

Capaian tersebut semakin diperkuat dengan raihan sejumlah penghargaan tingkat nasional yang diraih sepanjang 2025. Mulai dari inovasi pelayanan publik hingga pengelolaan keuangan daerah yang dinilai semakin transparan dan akuntabel.

Lebih jauh, meningkatnya intensitas kunjungan pejabat tinggi negara ke Lombok Timur menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Kehadiran para menteri tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa dukungan konkret terhadap percepatan program pembangunan.

Ilham menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan yang mampu membaca kebutuhan daerah secara tepat dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan yang aplikatif.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Konsistensi dan keberlanjutan program menjadi kunci agar capaian yang telah diraih tidak berhenti sebagai euforia sesaat.

“Momentum ini harus dijaga. Jangan sampai hanya kuat di awal, tetapi melemah di tengah jalan. Justru di fase berikutnya, ujian sebenarnya dimulai,” pungkasnya.