Rabu, 1 April 2026 | 16.21 WITA
NTB  

Penurunan Penumpang Capai 26,8%, ASDP Pastikan Pelabuhan Tetap Normal

Kapal penyeberangan bersandar di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, di tengah meningkatnya arus balik Idulfitri yang dipadati kendaraan menuju Lombok. (Foto istimewa)

LOMBOK BARAT – PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Lembar mencatat data produksi angkutan Lebaran 2026 pada H+4 atau 26 Maret 2026 menunjukkan tren penurunan jumlah penumpang, baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

General Manager Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, menyampaikan bahwa secara umum operasional penyeberangan di lintasan Lembar-Padangbai tetap berjalan normal dan lancar tanpa kendala berarti, Jum’at, 27 Maret 2026.

“Untuk kondisi operasional di Pelabuhan Lembar pada H+4 Lebaran 2026, jumlah kapal yang beroperasi tercatat sebanyak 16 unit dengan 16 trip, sama seperti tahun 2025. Namun, terjadi penurunan jumlah penumpang pejalan kaki dari 735 orang menjadi 538 orang atau turun 26,8 persen,” ujar Handoyo dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, penumpang dalam kendaraan juga mengalami penurunan dari 4.223 orang pada 2025 menjadi 3.655 orang di tahun 2026 atau turun sebesar 15,43 persen. Sementara itu, kendaraan roda dua turun 4,93 persen dari 1.257 unit menjadi 1.195 unit.

“Untuk kendaraan kecil (KK) tercatat turun cukup signifikan sebesar 23,33 persen dari 240 unit menjadi 184 unit. Kendaraan bus juga turun 36,84 persen dari 19 unit menjadi 12 unit,” jelasnya.

Meski demikian, terjadi peningkatan pada kendaraan logistik. “Kendaraan truk justru mengalami kenaikan sebesar 19,64 persen dari 112 unit menjadi 134 unit, yang menunjukkan aktivitas distribusi barang tetap berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Handoyo memastikan kondisi pelabuhan Lembar dalam keadaan aman dan terkendali. “Situasi pelabuhan normal dan lancar dengan cuaca cerah berawan. Sistem e-tiket berjalan normal tanpa kendala, didukung jaringan internet yang stabil serta tiga set loket backup yang siaga,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa infrastruktur pendukung lainnya dalam kondisi prima. “Kondisi listrik, genset, dan UPS stabil. CCTV sebanyak 29 unit terpasang dan terpantau dengan baik. Hingga saat ini tidak terdapat permasalahan di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, untuk Pelabuhan Padangbai, kondisi operasional juga terpantau stabil. Jumlah kapal dan trip tetap sama, masing-masing 16 unit kapal dan 16 trip.

“Di Padangbai, penumpang pejalan kaki turun 9,78 persen dari 624 orang menjadi 563 orang. Penumpang dalam kendaraan juga turun 7,31 persen dari 3.172 orang menjadi 2.940 orang,” jelas Handoyo.

Namun, kendaraan roda dua di Padangbai justru mengalami kenaikan sebesar 4,05 persen dari 791 unit menjadi 823 unit. Sebaliknya, kendaraan kecil turun 21,2 persen, dan bus turun 7,69 persen.

“Untuk kendaraan truk di Padangbai juga mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 23,58 persen dari 106 unit menjadi 131 unit,” tambahnya.

Handoyo memastikan seluruh sistem pendukung operasional di Padangbai berjalan optimal. “Kondisi pelabuhan normal dan lancar, perangkat IT aman tanpa kendala, listrik dan genset dalam kondisi normal, serta CCTV sebanyak 26 unit aktif dan berfungsi dengan baik. Tidak ada permasalahan yang menonjol di lapangan,” pungkasnya.