Meski demikian, operasi tidak menemukan adanya senjata tajam maupun penggunaan knalpot brong pada saat penertiban.
“Patroli malam kami laksanakan secara kolaboratif dengan Polsek jajaran dan Sabhara. Fokusnya adalah mencegah balap liar, yang sebagian besar dilakukan oleh kelompok usia 15–30 tahun,” jelas IPTU Dina.
Penurunan Tilang Hingga 99% Dibanding 2024
Hasil Operasi Zebra Rinjani 2025 mencatatkan hasil yang cukup mencolok. Jika tahun sebelumnya total tilang mencapai hampir 1.000 kasus, tahun ini hanya 13 kasus, turun lebih dari 99 persen.
Penurunan ekstrem ini dinilai sebagai bukti bahwa pendekatan edukatif yang humanis mulai membuahkan hasil.
Enam Kasus Laka, Seluruhnya Luka Ringan
Selama masa operasi, Satlantas mencatat enam kasus kecelakaan lalu lintas, seluruh korban mengalami luka ringan tanpa fatalitas.
Salah satu kasus yang masuk dalam catatan adalah kecelakaan tunggal di jalur Bypass, yang kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kewaspadaan dalam berkendara.
Mendorong Kesadaran Kolektif
IPTU Dina berharap Operasi Zebra yang kini lebih menitikberatkan pada pendekatan pembinaan dapat menjadi momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di Lombok Barat.
“Kesadaran harus lahir dari diri sendiri. Ketertiban bukan hanya untuk menghindari razia, tetapi untuk keselamatan diri, keluarga, dan pengguna jalan lain,” tutupnya.
Dengan capaian operasi tahun ini, Satlantas Polres Lombok Barat optimistis angka kecelakaan dapat terus ditekan, dan budaya berkendara yang aman semakin mengakar di masyarakat.





