BIMA -Di balik lapak kecil, kios sederhana, dan usaha rumahan yang dijalankan para perempuan di Kota Bima, tersimpan perjuangan besar untuk menghidupi keluarga. Tidak sedikit dari mereka yang harus bekerja sendiri sebagai tulang punggung rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Melihat realitas tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Bima menyalurkan bantuan modal usaha kepada 14 perempuan pelaku usaha mikro di Kelurahan Ni’u dan Rabangodu Selatan.
Bantuan yang berasal dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf pegawai PLN itu menjadi simbol gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh insan PLN untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rumah dan lokasi usaha penerima manfaat. Selain menyerahkan bantuan modal, tim YBM PLN juga berdialog dengan para pelaku usaha untuk mendengar cerita perjuangan mereka dalam mempertahankan usaha di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Bagi sebagian penerima manfaat, bantuan tersebut menjadi energi baru untuk melanjutkan usaha yang selama ini menjadi satu-satunya sumber pendapatan keluarga.
Manager PLN UP3 Bima mengatakan bahwa program pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu fokus utama YBM PLN dalam mengelola amanah zakat pegawai.
Menurutnya, pemberian bantuan modal usaha memiliki dampak yang lebih berkelanjutan karena mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan produktif.
“Kami ingin zakat yang dihimpun dari pegawai PLN tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” katanya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok usaha mikro yang selama ini menjadi penyangga ekonomi rakyat.
Melalui YBM PLN, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi titik awal lahirnya usaha-usaha yang lebih kuat dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi keluarga di masa mendatang.





