Senin, 20 April 2026 | 07.42 WITA
Ekobis  

Strategi Zero Interruption Ramadan: PLN NTB Siagakan Sistem, Personel, dan Teknologi

Tim teknis PLN NTB memeriksa peralatan transmisi dan sistem proteksi untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil saat sahur dan tarawih. (Dok. PLN)

Mataram – Lonjakan konsumsi listrik saat Ramadan adalah fenomena tahunan. Aktivitas rumah tangga meningkat drastis menjelang sahur dan selepas berbuka. Di sisi lain, masjid dan fasilitas publik juga beroperasi lebih intensif pada malam hari. Menghadapi dinamika tersebut, PLN UIW NTB menerapkan strategi komprehensif untuk memastikan stabilitas sistem.

Fokus utama adalah pemeliharaan preventif di gardu induk vital seperti GI Alas dan Gardu Bima. Kedua infrastruktur ini menjadi tulang punggung sistem transmisi Pulau Sumbawa. Setiap perangkat proteksi dan pengatur aliran listrik diperiksa secara detail guna mencegah potensi gangguan sebelum terjadi.

Selain itu, penguatan sistem transmisi terintegrasi menjadi prioritas. PLN mengerahkan personel ahli guna memastikan seluruh peralatan dalam kondisi prima, terutama untuk mengantisipasi beban puncak pada malam hari.

Transformasi signifikan juga dilakukan pada sistem komunikasi data. Dengan pembaruan teknologi, pemantauan kondisi jaringan kini berlangsung secara real time. Artinya, setiap indikasi gangguan dapat terdeteksi lebih dini dan direspons dalam waktu yang lebih singkat.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyatakan bahwa pola siaga terpadu diterapkan selama Ramadan hingga Idulfitri. Personel disiagakan 24 jam penuh dengan dukungan peralatan lengkap.

PLN juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan potensi gangguan. Kolaborasi ini dinilai krusial dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi kesiapan teknis, modernisasi digital, serta penguatan sumber daya manusia, PLN NTB menargetkan Ramadan tanpa gangguan listrik.