JAKARTA – Apa yang dilakukan PT PLN (Persero) hari ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam dunia industri energi Indonesia. Di bawah komando Darmawan Prasodjo, perusahaan ini tidak lagi berhenti pada standar kepatuhan lingkungan, tetapi mulai memimpin arah transformasi energi hijau nasional.
Pengakuan itu datang melalui penghargaan Green Leadership PROPER 2025 yang kembali diraih Darmawan dalam ajang yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup. Ini menjadi kali ketiga penghargaan tersebut disematkan kepadanya sebuah capaian yang jarang terjadi dan menandakan konsistensi kepemimpinan.
Lebih jauh, performa lingkungan PLN juga mencatatkan rekor tersendiri. Raihan 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau bukan hanya angka, tetapi cerminan sistem manajemen lingkungan yang semakin matang dan terintegrasi.
Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan penerima PROPER kini berperan sebagai motor perubahan. Mereka tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

PLN sendiri menunjukkan keberanian mengambil langkah strategis, salah satunya melalui pengembangan green hydrogen. Sejak 2023, perusahaan ini mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang, disusul GHP berbasis panas bumi di Kamojang pada 2024 yang pertama di Asia Tenggara.
Kini, jaringan GHP PLN telah tersebar di 22 lokasi dengan kapasitas produksi mencapai 203 ton per tahun. Hidrogen hijau ini diproyeksikan menjadi solusi masa depan, baik untuk co-firing PLTU, bahan bakar transportasi, hingga kebutuhan industri.
Langkah ini menegaskan bahwa PLN tidak sekadar mengikuti tren global, tetapi berupaya menjadi bagian dari solusi global dalam krisis iklim. Dengan pendekatan ESG yang semakin kuat, PLN tengah membangun fondasi menuju sistem energi yang berkelanjutan dan inklusif.





