SUMBAWA BARAT – Ketika banyak pihak menganggap berakhirnya Idulfitri sebagai penutup rangkaian kegiatan sosial, PT PLN (Persero) UIW NTB justru mengambil langkah berbeda. Mereka memilih melanjutkan semangat berbagi, memastikan bahwa kepedulian tidak berhenti pada momentum musiman.
Melalui YBM PLN UPK Tambora, bantuan sosial kembali digulirkan ke Desa Labu Lalar, Kecamatan Taliwang. Sebanyak 33 paket sembako didistribusikan kepada warga kurang mampu, menjadi bentuk nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Kegiatan ini memperlihatkan wajah lain dari PLN—bukan hanya sebagai perusahaan penyedia listrik, tetapi juga sebagai institusi yang memahami denyut sosial masyarakat di wilayah operasionalnya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa keberlanjutan program sosial menjadi prioritas penting dalam strategi perusahaan. Ia menekankan bahwa nilai berbagi harus menjadi budaya, bukan sekadar agenda tahunan.
“Idulfitri memberikan refleksi mendalam tentang arti kepedulian. Namun bagi PLN, nilai tersebut harus terus hidup dan diwujudkan dalam aksi nyata yang berkesinambungan,” tegasnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, bantuan sembako ini menjadi bentuk intervensi sederhana namun berdampak langsung. Warga penerima manfaat menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur, sekaligus mengapresiasi kehadiran PLN yang dinilai semakin dekat dengan masyarakat.
Manager UPK Tambora, Arizona Yoris Wirawan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya program rutin, tetapi juga bagian dari strategi membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat. Keterlibatan pegawai PLN dalam proses distribusi menjadi nilai tambah yang memperkuat kedekatan sosial.
Lebih dari sekadar bantuan, PLN UIW NTB tengah membangun fondasi peran barunya sebagai mitra sosial masyarakat. Ke depan, program-program berbasis pemberdayaan akan menjadi fokus utama, dengan harapan mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.





