Sabtu, 20 Juni 2026 | 02.39 WITA
Ekobis  

Dari Rumah Gelap Menuju Kehidupan Produktif, PLN NTB Matangkan BPBL 2026 untuk Ribuan Warga Kurang Mampu

Petugas PLN UIW NTB bersama mitra kerja mengikuti apel kesiapsiagaan dan pengecekan peralatan operasional sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat. (Dok. PLN)

MATARAM – Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan pintu masuk menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesadaran inilah yang mendorong PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat persiapan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2026 sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam memperluas akses energi nasional.

Program yang digagas Kementerian ESDM tersebut menjadi harapan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini belum memiliki sambungan listrik secara mandiri. Melalui BPBL, warga tidak hanya memperoleh instalasi dan penyambungan listrik secara legal, tetapi juga mendapatkan jaminan keamanan serta kualitas kelistrikan yang memenuhi standar.

Untuk memastikan program berjalan optimal, PLN UIW NTB bersama Kantor Pusat PLN menggelar sosialisasi yang melibatkan 22 mitra kerja. Kegiatan ini bertujuan membangun kesamaan pemahaman mengenai standar pelaksanaan pekerjaan sekaligus memastikan seluruh pihak bergerak dengan target dan kualitas layanan yang sama.

Persiapan teknis juga dilakukan secara serius. PLN NTB menggelar apel kesiapsiagaan yang diikuti pegawai dan mitra kerja sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan terbaik kepada masyarakat penerima manfaat.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pengecekan kendaraan operasional, alat kerja, perlengkapan keselamatan, hingga kesiapan sumber daya manusia yang akan diterjunkan ke lapangan. Langkah ini dianggap krusial mengingat pelaksanaan BPBL sering kali menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Keberhasilan pelaksanaan BPBL tahun sebelumnya menjadi fondasi kuat bagi PLN NTB. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 12.300 rumah tangga berhasil memperoleh akses listrik melalui program ini. Ribuan keluarga yang sebelumnya bergantung pada sambungan tidak resmi atau penerangan seadanya kini dapat menikmati listrik yang aman dan legal.

Dampak program tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi penerangan rumah tangga. Di banyak wilayah, keberadaan listrik turut mendorong tumbuhnya usaha mikro, memperpanjang jam produktif masyarakat, hingga meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak yang kini dapat belajar dengan lebih nyaman pada malam hari.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyatakan bahwa BPBL merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Ketika listrik hadir di sebuah rumah, maka peluang ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan ikut hadir. Karena itu kami memastikan seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB,” katanya.