Sabtu, 20 Juni 2026 | 02.41 WITA
Ekobis  

Dari Lombok hingga Sumbawa, PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik untuk Wujudkan NTB Rendah Emisi

Kegiatan Edukasi dan Sosialisasi SPKLU di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB yang dihadiri PLN, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. (Dok. PLN)

MATARAM – Komitmen Nusa Tenggara Barat menuju daerah yang lebih ramah lingkungan semakin nyata. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik dengan memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai manfaat transportasi berbasis energi bersih.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi dan Sosialisasi SPKLU yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, PLN mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia 51 unit SPKLU yang tersebar di sejumlah titik penting di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan jaminan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik yang selama ini masih mempertimbangkan aspek ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, menyatakan bahwa tren penggunaan kendaraan listrik di NTB menunjukkan pertumbuhan yang semakin positif. Oleh karena itu, ketersediaan SPKLU menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Lalu M. Faozal, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh berbagai langkah transformasi energi yang dijalankan PLN.

Menurutnya, kendaraan listrik bukan hanya soal perubahan teknologi transportasi, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk menekan emisi karbon dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menjelaskan bahwa pengembangan SPKLU merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masa depan energi Indonesia.

Ia menyebutkan, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mengadopsi gaya hidup rendah emisi.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat NTB tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi energi nasional, tetapi menjadi bagian dari perubahan tersebut. Dengan dukungan semua pihak, kendaraan listrik akan menjadi pilihan yang semakin mudah, nyaman dan ekonomis bagi masyarakat,” katanya.

Melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan edukasi yang masif, PLN berharap NTB dapat menjadi salah satu motor penggerak penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia serta memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.