Senin, 20 April 2026 | 03.43 WITA
Ekobis  

Dari Desa Wisata ke Mandalika, Bank NTB Syariah Bangun Rantai Ekonomi Syariah Terintegrasi

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, saat wawancara usai diskusi Economic Talk NTB, menyoroti pentingnya pengelolaan transaksi terintegrasi bagi desa wisata dan UMKM. (Dok. Bank NTB Syariah)

Mataram – Bank NTB Syariah terus memperkuat perannya dalam membangun kemandirian ekonomi daerah melalui sektor pariwisata. Dalam forum diskusi publik yang digagas Tribun Lombok, bank syariah daerah ini memaparkan strategi komprehensif membangun rantai ekonomi dari desa wisata hingga kawasan super prioritas Mandalika.

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bukan semata-mata penyaluran modal, melainkan pembentukan sistem transaksi yang sehat dan terstruktur.

“Ekosistem pariwisata harus didukung tata kelola transaksi yang baik. Di situlah fungsi perbankan syariah menjadi penting, menjembatani seluruh aktivitas ekonomi agar terintegrasi,” jelasnya.

Bank NTB Syariah mendorong BUMDes dan UMKM agar tidak hanya menerima pembiayaan, tetapi juga masuk dalam sistem keuangan formal yang terkelola dengan prinsip syariah. Hal ini diyakini mampu menciptakan transparansi, efisiensi, serta meningkatkan daya saing desa wisata.

Ke depan, pemanfaatan lahan strategis milik bank di Mandalika menjadi langkah taktis untuk memperluas akses UMKM pada event-event besar. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari setiap kegiatan di Mandalika tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat lokal.

Forum yang turut menghadirkan perwakilan Bank Indonesia, OJK, akademisi, dan sektor industri ini semakin menguatkan posisi Bank NTB Syariah sebagai lokomotif pembiayaan syariah yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.