Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat upaya edukasi keselamatan kelistrikan kepada masyarakat selama bulan Ramadan 2026. Program ini dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya listrik, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas rumah tangga.
Upaya edukasi tersebut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan sosialisasi langsung di lapangan yang melibatkan unit-unit kerja PLN di wilayah NTB. Pendekatan ini dilakukan agar informasi mengenai keselamatan kelistrikan dapat diterima masyarakat secara lebih efektif.
Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) NTB menjadi salah satu garda terdepan dalam kegiatan tersebut. Pada 11 Maret 2026, tim K3 turun langsung ke sejumlah titik keramaian di Kota Mataram dan sekitarnya untuk membagikan flyer edukasi kepada masyarakat.
Flyer tersebut berisi berbagai informasi penting terkait penggunaan listrik yang aman di rumah tangga, termasuk potensi bahaya kelistrikan yang sering kali terjadi akibat kelalaian atau kurangnya pemahaman masyarakat.
Tak hanya sekadar membagikan materi edukasi, petugas PLN juga melakukan pendekatan komunikatif dengan memberikan penjelasan langsung kepada warga mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan listrik.
Pendekatan ini dinilai penting karena keselamatan kelistrikan tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang andal, tetapi juga pada kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menggunakan listrik secara aman.
Selain menyasar masyarakat umum, PLN juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda melalui kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah. Kali ini, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram menggelar edukasi keselamatan kelistrikan kepada para siswa SMA Negeri 2 Gerung, Lombok Barat.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya listrik yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar mereka. Tim PLN menjelaskan tentang pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan listrik, menghindari aktivitas berbahaya di dekat instalasi kelistrikan, serta cara melaporkan gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile.
Para pelajar juga didorong untuk menjadi duta keselamatan listrik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka diharapkan mampu menyampaikan pesan keselamatan kepada orang-orang di sekitarnya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa edukasi keselamatan kelistrikan merupakan bagian penting dari upaya PLN dalam membangun budaya keselamatan di masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa selain menjaga keandalan sistem kelistrikan, PLN juga berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat terkait penggunaan listrik yang aman.
“Keselamatan kelistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan edukasi ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih memahami potensi bahaya listrik dan cara menghindarinya,” kata Sri Heny.
PLN berharap program edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani aktivitas Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan rasa aman serta didukung oleh pasokan listrik yang tetap andal.





