Jumat, 7 Agustus 2026 | 09.52 WITA
Ekobis  

Bank NTB Syariah-Universitas Bumigora Bangun Sistem Keuangan Digital Terintegrasi, Menjawab Tantangan Tata Kelola Pendidikan Modern

Direktur dan jajaran Bank NTB Syariah bersama Rektor Universitas Bumigora usai menandatangani kerja sama sistem keuangan digital terintegrasi di Kampus Universitas Bumigora, Mataram. (Dok. Bank NTB Syariah)

MATARAM – Transformasi digital di sektor pendidikan tidak lagi sekadar menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan akademik dan tata kelola keuangan yang semakin kompleks, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri perbankan menjadi salah satu strategi untuk membangun sistem yang lebih transparan, efisien, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Langkah itulah yang diwujudkan PT Bank NTB Syariah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Bumigora. Kerja sama tersebut bukan hanya menghadirkan kemudahan pembayaran biaya pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang mampu memperkuat tata kelola keuangan perguruan tinggi secara menyeluruh.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kampus Universitas Bumigora. Branch Manager Bank NTB Syariah Cabang Islamic Center, M. Ulvi Anowta, menandatangani kesepakatan bersama Rektor Universitas Bumigora, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D.

Di balik seremoni tersebut, terdapat agenda yang lebih besar, yakni mengintegrasikan sistem administrasi kampus dengan layanan perbankan berbasis digital agar proses transaksi berlangsung otomatis, akurat, dan dapat dipantau secara real time.

Selama ini, pengelolaan administrasi pembayaran pendidikan di berbagai perguruan tinggi masih menghadapi tantangan, mulai dari proses verifikasi pembayaran yang memerlukan waktu, potensi kesalahan pencatatan, hingga keterlambatan sinkronisasi data antara mahasiswa dan institusi. Digitalisasi menjadi jawaban atas persoalan tersebut.

Melalui layanan Virtual Account, setiap mahasiswa akan memperoleh identitas pembayaran yang bersifat spesifik sehingga transaksi SPP maupun Uang Kuliah Tunggal (UKT) dapat dilakukan melalui berbagai kanal perbankan tanpa harus melakukan konfirmasi manual. Begitu transaksi berhasil dilakukan, data pembayaran dapat langsung tercatat dalam sistem secara otomatis.

Tidak hanya menyasar mahasiswa, Bank NTB Syariah juga menghadirkan layanan CMS Corporate yang memungkinkan pihak universitas mengelola arus kas, memonitor transaksi, hingga melakukan pengawasan terhadap aktivitas rekening secara daring dalam satu sistem yang terintegrasi.

Sementara itu, implementasi Host to Host menjadi fondasi utama integrasi digital tersebut. Teknologi ini memungkinkan sistem informasi akademik Universitas Bumigora berkomunikasi langsung dengan sistem Bank NTB Syariah sehingga pertukaran data transaksi berlangsung secara otomatis tanpa intervensi manual. Hasilnya bukan hanya efisiensi waktu, tetapi juga peningkatan akurasi data dan penguatan aspek transparansi.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, menilai digitalisasi sektor pendidikan memiliki arti strategis karena menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung sekaligus menjadi bagian dari pembangunan daerah berbasis teknologi.

Menurut Ferry, Bank NTB Syariah tidak ingin hanya berperan sebagai institusi penyedia layanan keuangan. Lebih dari itu, bank pembangunan daerah tersebut berupaya menjadi mitra strategis yang mampu menghadirkan solusi digital bagi berbagai sektor pelayanan publik, termasuk pendidikan.

“Bank NTB Syariah terus berkomitmen mendukung transformasi digital di berbagai sektor strategis, termasuk sektor pendidikan. Kerja sama dengan Universitas Bumigora merupakan langkah nyata menghadirkan sistem pengelolaan keuangan yang lebih modern, transparan, aman, dan efisien,” kata Ferry.

Ia menambahkan, digitalisasi pembayaran pendidikan tidak hanya memberikan kemudahan teknis dalam bertransaksi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan mahasiswa. Generasi muda, menurutnya, merupakan kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital sehingga perlu didukung melalui layanan keuangan yang praktis sekaligus aman.

Dari perspektif tata kelola, integrasi sistem pembayaran juga memperkuat prinsip akuntabilitas. Seluruh transaksi tercatat secara elektronik sehingga memudahkan proses rekonsiliasi, audit, hingga penyusunan laporan keuangan institusi pendidikan. Pada saat yang sama, mahasiswa memperoleh kepastian bahwa setiap pembayaran langsung terdokumentasi dalam sistem tanpa proses administrasi berulang.

Rektor Universitas Bumigora, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, penerapan sistem pembayaran yang terintegrasi akan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kampus sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi mahasiswa.

Kerja sama ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan institusi dalam mengembangkan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam konteks tersebut, sinergi antara Universitas Bumigora dan Bank NTB Syariah menjadi contoh bagaimana inovasi layanan keuangan dapat mendukung terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.