SUMBAWA BARAT – Di balik garis pantai Talonang Baru yang tenang, sebuah perjuangan sunyi tengah berlangsung. Telur-telur penyu mawil yang rentan terhadap predator dan aktivitas manusia kini mendapat perlindungan lebih kuat berkat kolaborasi antara PLN UIW NTB melalui UPK Tambora dan komunitas lokal.
Kegiatan konservasi ini mencerminkan pendekatan baru dalam tanggung jawab sosial perusahaan, di mana keberlanjutan menjadi prioritas utama. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur energi, PLN juga mulai aktif menjaga ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Manager PLN UPK Tambora, Arizona Yoris Wirawan, menegaskan bahwa konservasi tidak bisa berjalan sendiri. “Dibutuhkan sinergi. Tanpa keterlibatan masyarakat, upaya ini tidak akan berkelanjutan,” katanya.
Dalam praktiknya, kegiatan ini melibatkan patroli rutin pesisir, pengamanan sarang penyu, hingga pelepasan tukik ke habitat aslinya. Setiap tahapan dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama konservasi.
Nilai strategis dari program ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Penyu merupakan indikator kesehatan laut. Ketika populasi mereka menurun, itu menjadi sinyal adanya gangguan serius pada ekosistem.
Melalui program ini, PLN tidak hanya menjaga satwa dilindungi, tetapi juga melindungi masa depan ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada laut.
Di momen Idulfitri, aksi ini menjadi simbol nyata bahwa kepedulian tidak berhenti pada relasi antar manusia, melainkan juga mencakup tanggung jawab terhadap alam.





