Selasa, 14 April 2026 | 03.26 WITA
Ekobis  

Bank NTB Syariah Jadi Ujung Tombak Program BSPS 2026, Target 10.000 Rumah di NTB

Penandatanganan kerja sama antara Bank NTB Syariah dan Kementerian PKP RI dalam penyaluran program BSPS 2026 di NTB, sebagai langkah nyata mendukung hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (Dok. Bank NTB Syariah)

MATARAM – Di tengah tantangan pembangunan perumahan yang kian kompleks, PT Bank NTB Syariah tampil sebagai garda terdepan dalam menghadirkan solusi nyata. Melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), bank daerah ini kembali dipercaya sebagai penyalur utama program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 di NTB.

Kerja sama ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat: hunian yang layak. Program BSPS sendiri dirancang sebagai stimulus bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar mampu membangun atau memperbaiki rumah secara mandiri dengan semangat gotong royong.

Dalam acara penandatanganan tersebut, Kepala Balai P3KP Nusa Tenggara I, Hamdan Pare, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk peran vital perbankan daerah.

Bank NTB Syariah, yang telah mengemban peran ini sejak 2017, dinilai memiliki rekam jejak yang solid. Hal ini terbukti dari capaian tahun 2025, di mana sebanyak 1.610 unit rumah berhasil direalisasikan dengan penyaluran yang tepat waktu dan minim kendala.

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyaluran dana, tetapi juga memastikan proses berjalan akuntabel dan berdampak luas.

“Ini adalah bentuk nyata kontribusi kami dalam pembangunan daerah. Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, dana BSPS digunakan secara terstruktur untuk pembelian material bangunan serta pembayaran tenaga kerja. Sistem ini diperkuat dengan penggunaan rekening khusus dan kerja sama dengan toko bangunan mitra, sehingga meminimalisir potensi penyimpangan.

Tak hanya itu, Bank NTB Syariah juga mendorong digitalisasi transaksi melalui QRIS, EDC, dan aplikasi RIMO. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam menciptakan ekosistem yang transparan dan efisien.

Dengan target ambisius 10.000 unit rumah pada tahun 2026, Bank NTB Syariah menunjukkan kesiapan penuh dalam menjalankan amanah besar ini. Lebih dari sekadar penyalur dana, bank ini menjelma menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masa depan masyarakat NTB yang lebih baik.