Minggu, 29 Maret 2026 | 05.26 WITA
Ekobis  

Di Balik Terangnya Lebaran NTB, Strategi Senyap PLN Menjaga Listrik Tetap Menyala

Listrik stabil, ibadah khusyuk Idulfitri di NTB berlangsung penuh ketenangan. (Dok. PLN)

MATARAM – Bagi sebagian masyarakat, Idulfitri adalah tentang silaturahmi, kebahagiaan, dan perayaan. Namun di balik itu semua, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, listrik yang tetap menyala tanpa gangguan.

Di Nusa Tenggara Barat, keberhasilan menjaga keandalan listrik selama Idulfitri 1447 H bukanlah perkara sederhana. PT PLN (Persero) UIW NTB harus memastikan sistem tetap stabil di tengah lonjakan konsumsi yang tidak terhindarkan.

Data menunjukkan bahwa sistem Lombok berada dalam kondisi yang sangat terkendali. Beban listrik saat momen krusial Salat Idulfitri mencapai 326 megawatt, sementara kapasitas pasok berada di angka 380 megawatt. Margin cadangan sebesar 54 megawatt menjadi indikator penting bahwa sistem memiliki fleksibilitas menghadapi situasi darurat.

Hal yang sama juga tercermin di sistem Tambora, Sumbawa. Dengan beban puncak 139 megawatt dan daya mampu 188 megawatt, cadangan energi sebesar 49 megawatt memberikan ruang aman yang cukup.

Namun angka-angka tersebut hanyalah permukaan. Di baliknya, terdapat kerja teknis yang kompleks, penguatan jaringan, inspeksi berkala, kesiapan personel siaga, hingga sistem respons cepat terhadap potensi gangguan.

Sri Heny Purwanti, General Manager PLN UIW NTB, menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara kesiapan infrastruktur dan dedikasi sumber daya manusia. Selama periode siaga, ribuan personel dikerahkan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berdampak luas.

PLN juga memberikan perhatian khusus pada lokasi-lokasi vital. Secara nasional, terdapat 4.429 titik prioritas yang diamankan, mulai dari masjid, bandara, pelabuhan, hingga rumah sakit. Di NTB, seluruh titik tersebut terpantau aman.

Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata komitmen PLN dalam menjaga stabilitas energi daerah. Ia menegaskan bahwa ke depan, tantangan akan semakin kompleks, terutama dalam transisi menuju energi bersih dan penguatan sistem interkoneksi regional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan tersebut, termasuk dalam mendukung target Net Zero Emission 2050.

Idulfitri mungkin hanya berlangsung beberapa hari, tetapi kerja menjaga listrik tetap menyala adalah proses panjang yang berlangsung jauh sebelum takbir berkumandang dan terus berlanjut setelahnya.