Senin, 20 April 2026 | 07.42 WITA
Ekobis  

Dari Energi ke Ekologi: Sinergi PLN dan Pemkot Bima Perkuat Pariwisata Hijau Pantai Kolo

PLN UIW NTB dan Pemkot Bima berkolaborasi memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026 dengan aksi penghijauan dan dukungan pengelolaan sampah. (Dok. PLN)

Bima – Komitmen terhadap transisi energi berkelanjutan tidak hanya diwujudkan lewat pembangkit ramah lingkungan. PT PLN (Persero) UIW NTB membuktikan bahwa keberlanjutan juga menyentuh aspek ekologi dan sosial masyarakat.

Dalam rangka HPSN 2026, PLN UIW NTB melalui UPK Tambora menggandeng Pemerintah Kota Bima melakukan penghijauan dan penguatan sistem pengelolaan sampah di Pantai Kolo, salah satu destinasi andalan Kecamatan Asakota.

Sebanyak 40 pohon tabebuya dan ketapang kencana ditanam sebagai langkah strategis memperbaiki lanskap pesisir. Pohon-pohon tersebut dipilih bukan tanpa alasan tajuknya rindang, akarnya kuat, dan secara visual mempercantik kawasan wisata.

Tak berhenti pada penghijauan, PLN juga menyerahkan bantuan tempat sampah khusus plastik. Langkah ini menjadi pesan simbolik bahwa persoalan sampah harus ditangani dari hulu melalui kesadaran memilah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. “Kami percaya, keberlanjutan lahir dari sinergi. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tegasnya.

Ramadan, menurutnya, menghadirkan dimensi spiritual yang memperkuat makna aksi sosial tersebut. Kebersihan dan kepedulian bukan hanya agenda tahunan, melainkan nilai yang harus diinternalisasi.

Manager PLN UPK Tambora, Doddy Rizqi, menambahkan bahwa wilayah operasional pembangkit harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Lingkungan yang bersih dan hijau adalah investasi jangka panjang,” katanya.

Langkah ini menjadi contoh bahwa BUMN tidak sekadar entitas bisnis, melainkan agen perubahan sosial. Pantai Kolo kini tidak hanya menjadi ruang wisata, tetapi juga simbol kolaborasi menuju ekosistem pesisir yang lebih sehat dan produktif.